TULISAN BERJALAN

WELLCOME TO MY BLOG

Selasa, 24 April 2018

PENCAPAI MIMPI


 Pencapai mimpi



Savy, itulah yang mereka sebut jika bertemu denganku.Aku adalah salah satu murid di salah satu sekolah di jawa timur. Saat ini aku sudah kelas 9 yang sebentar lagi akan menghadapi UN.
“savy, kamu nanti sore ada waktu gak? Jalan yuk? “ ajak Ferry
“hmm gimana yah? Sore ini aku gabisa pergi deh bentar lagi UN pasti gadibolehin keluar.” Jawabku.
“oh iya juga ya, yaudah hehehe semangat belajarnya” Ferry berkata sambil menepuk kepalaku.
Aku pun tersenyum manis begitupun ferry, kami pun bercakap cakap sambil berjalan menuju kelas.
Oiya Ferry itu salah satu temanku dikelas, dia setahun lebih tua daripadaku. Hobinya jalan-jalan, karena dari keluarga yang kaya dia bisa pergi kemana aja tanpa khawatir akan kehabisan uang, mungkin orang tuanya paling kaya dikelas, tapi dia baik dan ramah walaupun terkadang menyebalkan, huh!
“buka buku Betty kalian dan buka halaman 153, hari ini kita akan mempelajari bab gerund” titah mom atun.
Semua murid pun bergegas membuka halaman tersebut.
Ngomong-ngomong mom Atun itu adalah salah satu guru disekolahku yang cukup populer disekolahanku, karena beliau sangat tegas dan juga terlalu kasar berbicara, tapi terkadang asyik juga hehehe.
Ditengah tenagah pelajaran berlangsung iqbal teman sebangku denganku mendapat sms dan lupa mematikan nada pada ponselnya, alhasil
 “ting tung ting tung new messege new messege you get new messege” henfon iqbal berdering.
Saat itu juga iqbal terkejut dan berkeringat dingin karena takut di omelin dan benar tiba tiba mom atun diam sejenak dan bertanya “ siapa yang salah satu dari kalian tidak mengumpulkan henfon?  Ya karena aku masih SMP jadi hp harus dikumpulkan saat pelajaran.  Semua terdiam tak ada yg bersuara satu katapun. Karena tidak ada yang menjawab mom atun pun berkata.“huh yasudah, kita lanjudkan pelajaran!”
“astaga kenapa aku lupa mematikan nadanya” iqbal berkata dengan lirihnya padaku.
“jangan ceroboh lagi !” jawabku dengan muka datar.
Iqbal itu salah satu teman dekatku yang sering menjadi pelupa, tapi dia pintar dalam bidang menghitung tapi sulit dalam bidang menghafal hehehehe.
“tuuttt.. tuuuttt.... tuuuuuuttt.” Bel istirahat berbunyi.
“sekian untuk pelajaran hari ini, jangan lupa kerjakan halaman 160 dikumpulkan besok  ke meja saya waktu jam ke 5, bagi siapa yang telat 30 menit poin -5 buat kalian, mengerti! “ mom atun berkata dan langsung bergegas meninggalkan kelas.
Aku memasukkan buku ku kedalam laci dan pergi ke kantin sekolah untuk mendapatkan brunch.
“nanti kamu ada les jam berapa ?” tanya Iqbal.
“ah aku ada les jam 4 sih” jawabku
“savy sibuk mulu ih” keluh iqbal
“ hahahaha bukannya kamu sibuk juga ya ? kan kamu harus prepare buat ke singaore?” tanyaku
“ udahlah jangan bahas itu gamau sekolah disana aku hahaha” jawab iqbal dengan santainya.
“dasar !!!” geramku
Menu makan hari ini cumi-cumi gitu, favorit aku banget, ntah itu dimasak pedas atau dimasak manis semua aku suka. Setelah mengambil makan aku dan iqbal duduk di ujung sebelah jendela agar terkena angin gitu.
“Lihat mereka sedang bermain sepak bola” seru iqbal sambil melihat ke jendela.
Aku pun menoleh beberapa saat dan kembali melihat makanan ku
“selamat makan”
Setelah selesai makan kita pergi ke rumah kaca dibelakang sekolah  untuk melihat tanaman yang sudah kita tanam beberapa hari lalu, mereka menyiram tanaman tersebut dan berkomentar positiv mengenai tanaman
 “lihat akhirnya aku bisa menanam tanaman dengan tanganku sendiri bukan?” guman iqbal.
“ argh menyebalkan, kenapa punyaku mati? Apa kurang kukasih kasih sayang ? why? Why? Why? “ celoteh ku.
“sabar savy, mungkin kamu ada yang salah” iqbal menenagkanku
“ini udah ke 3 kalinya tanaman yang aku tanam gapernah berhasil” jawabku dengan mengeluh
“TUUTTT .... TTUUUUTTTT....... TTTUUUUUTTTT....” bel masuk telah berbunyi.
Malam harinya seperti biasa ku  sudah duduk ditempat belajar dan bersiap membuka buku, tak ada teman selain buku pelajaran ntah itu kejam atau kebutuhanku pokoknya seperti itu. Terkadang aku merasa ga kuat seperti ini tapi aku masih 15 tahun, harapanku tentunya masih banyak dan aku harus menguatkan diri untuk melewatinya
“uftt” ku menghela nafas sebentar
Ditengah-tengah jam belajar ku buka henfonku dan mendengarkan beberapa lagu tentunya yang dapat membuatku tenang, ku ambil buku diaryku disela-sela tumpukan buku-buku dirak belajarku dan kutulis perasaanku hari ini . pukul 10 malam kututup bukuku dan ku bergegas menuju kasur karenaku lelah sekali hari ini. Aku sangat berharap dapat memimpikan sesuatu yang indah pastinya. Sebelum ku memejamkan mataku aku berhayal untuk beberapa waktu, ku bayangkan aku memiliki kehidupan yang bahagia, selalu tersenyum dan tak pernah bersedih, selalu terbuka dengan keluarga dan dapat mengekspresikan diri dimanapun dan dalam kondisi apapun. Sebelum aku tidur terkadang aku selalu berdoa dan berharap mempunyai keluarga yang bisa menerima perbedaan pendapat dan mau mendengarkan masalah satu sama lain dan mau berbagi perasaan satu sama lain. Mungkin hanya ucapan yang gatau kapan akan dikabulkan olehNya, tapi ku tetap berharap bahwa akan tercapai
Keesokan harinya setelah ku pulang sekolah aku mampir kerumah alex. Alex salah satu temanku dikelas yang mempunyai keluarga yang harmonis, tidak kaya dan juga tidak miskin, ayahnya bekerja menjadi karyawan disalah satu perusahaan di surabaya. Sesekali aku melihat keluarganya yang selalu tertawa bahagia dan sering pergi bersama.
“ Alex, kamu tau gak? Terkadang aku iri liat kamu” ucapku sambil berjalan disebelah alex
“hah kok bisa? Hahaha adanya aku yang iri lihat kamu. Berjalan disebelahmu aja membuatku terlihat aku seperti pelayanmu hahaha” candanya
“ aish bukan itu, kalau aku lagi bertemu keluarga mu rasanya pengen menjadi kamu yang bisa tertawa lepas dengan keluarga dan dapat bicara terang-terangan ke mereka” ucapku dengan tersenyum dan menatap dedaunan di peohonan dipinggir jalan.
Kita terdiam sejenak sambil berjalan tentunya
“mau es krim?” tanya Alex
“ mau aja “ jawabku sambil tersenyum dengan mata sipitku
Dia berjalan keseberang jalan dan membeli dua buah es krim. Ku melihatnya sambil berdiri dan tersenyum dan seketika berguman “ tuhan ketika Kau belum mengabulkanku memiliki keluarga yang harmonis setidaknya Kau memberiku teman yang dapat mengobati kesepianku”
Sesampai dirumah Alex kamipun mendapat sambutan hangat dari mom Sherly. Mom Sherly itu mama Alex hehehe.
“udah lama ga kesini, kemana aja? Gimana kabarnya savy?” tanya mom Sherly dengan tersenyum hangat
“ahh heheheh ga kemana mana mah cuman dirumah hehe persiapan ujian nih” jawabku dengan cengengesan
“mamah kan tau sendiri savy tu super sibuk buat dapetin nilai yang memuaskan” lanjud Alex
“oh pintarnya , savy kalo ada waktu alex ajakin belajar, anak itu males kalo disuruh belajar ujung-ujungnya cuman maen henfon aja” ucap mom sherly sambil berjalan menuju kulkas dan mengambilkan jus mangga, mom sherly sudah tau betul kalau aku suka jus mangga hehehe
“ ihh mah apa-apaan sih jangan buat aku malu ih” alex berkata dengan muka cemberut
“loh mamah benerkan sayang, kamu emang malas gitu kalo suruh belajar” jawab mom Sherly sambil menuangkan jus kedalam gelas.
Ditengah-tengah bercanda ria aku dengan mereka mom sherly menanyakan keadaan keluargaku.
“oya gimanah kabar keluargamu ? sehat kan? Tanya mom sherly
“ syukurlah mah sehat semua hehehe,” jawabku dengan tersenyum tentunya
“oyah udah jam 4 waktunya pulang hehehe” ucapku sambil melihat jam tanganku.
“ oh iya, uft kok cepet banget ya padahal baru sebentar, sering sering main kesini yah savy, pintu rumah tante terus kebuka kok buat teman-teman alex
“siap mah kalau ada waktu senggang ntar main kesini lagi kok hehehe” jawabku dan akhirnya berpamitan. Ku meninggalkan rumah mereka dengan perasaan masih senang berkat dihibur mereka tadi. Setelah sampai rumah ku langsung ke kamar untuk istirahat.
“jangan lupa mandi terus makan, mamah masak kesukaan kamu hari ini ” nasehat mamah saat melihatku akan memasuki kamarku
“iyah mah siap “ jawabku sambil menoleh kearah mamah dan akhirnya masuk kamar.
Ku letakkan tasku di meja belajar dan kurobohkan badanku di kasur.
Dan lagi-lagi aku berhayal akan sesuatu, kali ini aku membayangkan masa depanku sambil memejamkan mata, dan akhirnya akupun tertidur dalam keadaan belum mengganti seragamku hehehe, setelah ku terbangun aku langung pergi ke kamar mandi dan akhirnya makan bersama dengan keluarga, suasananya sedikit sunyi karena pada fokus pada makanannya masing-masing dan akhirnya papah bertanya kepadaku.
“ ujiannya minggu depan kan? Udah dipersiapkan materinya? Tanya papah sambil memotong daging dipiringnya
“iya minggu depan, materi sudah siap 90 persen” jawabku sambil meminum susu di gelas
“abang udah berapa persen skripsinya akan selesai ? tanya papahku
“ ohh sebentar lagi akan selesai, sekitar bulan september ini akan sidang” jawab kakaku
“ perisapkan dengan matang dan kalau bisa mendapat hasil yang terbaik”
Setelah makan malam aku kembali ke kamarku dan berbaring dikasur sambil mendengarkan lagu dan membuka whatsapp. Ku memulai membuat percakapan di grup kelas “ kalian akhir pekan ini ada kegiatan kemana aja?”
Banyak dari mereka yang menjawab pertanyaanku itu
“ aku dirumah aja uft”
“aku join cfd dong”
“aku mau kerumah nenek ku”
“aku mau renang”
Itu beberapa jawaban dari jawaban mereka tadi, ku membaca chat mereka sambil tersenyum, dan tiba-tiba ada video call masuk ternyata dari Iqbal
“haaallloooooo hhaallloooo hhaalllooo“ ucapan khas Iqbal jika bertemu denganku
“haaaiiii, apa kabar? Aku kangen huhuhu” tanyaku sambil tersenyum
“wkwkwkwk belajar belajar, savy sedang sibuukkk” ucapnya dengan tertawa
“ hahahahah enggak ih lagi males belajar gitu, cuman baring aja ini hahaha” jawabku dengan tertawa
Akhirnya aku bisa tertawa dirumah, jika mereka menelfonku selalu membuatku lupa akan penatnya hidupku
“sampai ketemu besok yah, bye bye” ku ucapkan kata kata terakhir di telfon sebelum akhirnya aku putuskan telfonnya
“bye juga jangan lupa tidur hahahaha” canda iqbal
Seminggu kemudian, setelah selesai ujian aku rasa bebanku berkurang  banyak dari sebelumnya hahaha, rasanya seperti ringan banget dikepala.
“hari ini  kita kemana nih guys?’ tanyaku kepada teman-teman sekelasku
“party ayok party” jawab mereka dengan semangattt
“giaman kalau kita makan malem bareng ? aku pesanin tempat di steak favoritku” ucap ferry dengan semangat
“hmmm gimanah? Yang lain setuju ga nih? Aku setuju aja “ jawabku “karena aku gabisa milih tempat jadi aku lebih baik ngikut hahaha generasi terserah” lanjudku dengan tertawa
“call? Call? Call?”
Akhirnya kita memutuskan untuk menyetujuin usul dari Ferry, kita makan bersama dan bercanda bersama dan akhirnya foto bersama. Mungkin ini akan menjadi pertemuan kelasku yang terakhir karena pastinya kita akan berpisah saat masuk di SMA kan?  Jadi kita ga akan menyia-nyiakan moment-moment seperti ini hehehe.
















Setelah ku lewati masa-masa SMP ku, sudah saatnya aku mempersiapkan diri tuk melajudkan hidup tuk belajar di SMA,
Hari ini aku sudah resmi menjadi murid disalah satu sekolah internasional di Surabaya, ada beberapa murid SMP ku yang melajudkan study di sekolah yang sama denganku. Tetapi aku tidak terlalu dekat dengan mereka so aku cuman diem aja hehehe.
“saya savy saya salah satu lulusan terbaik di smp HMDC mohon kerja samanya teman-teman” ucapku dengan tersenyum di saat perkenalan di depan kelas.
Mereka bertepuk tangan setelah aku berkenalan dan aku mengabil duduk disebelah laki-laki yang tidak aku kenal.
“salam kenal savy, kenalin aku daniel lulusan dari smp citra kasih, mohon kerja samanya “ ucap daniel dengan tersenyum dan menjabat tanganku
“hehe salam kenal Daniel” jawabku
Hari-hari di SMA ga seperti yang ku bayangkan sebelumnya, ntah itu dari segi pelajarannya maupun lingkungannya, benar karena aku rada susah bergaul ya hahaha tapi yang aku tahu semuanya baik dan juga pintar ada yang dari sabang sampai ada yang dari merauke, jadi kita harus menyesuaikan linkungan baru gitu, Iqbal, Ferry, dan Alex semua beda kelas huft.
Sebulan telah berlalu selama aku menjadi murid SMA, ku sudah bisa bergaul dengan mereka mulai dari bermain bersama hingga belajar bersama, sering ku berkumpul dengan teman sekelas ku, udah hampir semua anak kelasku sudah kukenal. Saat ku berjalan ke lorong menuju kekantin aku bertemu dengan Iqbal.
“halloo,,, haallloo,,, lama gaketemu” iqbal menyapaku dengan penuh kegembiraaan.
“arghh,,, udah lamaaa banget kita gabertemu, apa kabar? Seru gak teman baru mu?” jawabku dengan penuh kegembiraan tentunya.
Kubercakap-cakap dengan nya sambil berjalan ke kantin bersama-sama, sesampai di kantin kita bertemu dengan ferry dan alex dan akhirnya kita makan bersama di meja yang sama. Kita membahas tentang teman baru kita masing-masing dan sesekali kita membahas masalah pelajara. Kita berempat belajar dikelas yang berbeda membuat kita jarang bertemu dan saat bertemu tidak heran jika akan menjadi hebih sendiri. Bercanda tawa seperti waktu masih di SMP.


Satu  tahun telah berlalu, sekarang aku berada dikelas 11 dan aku akan memasuki masa-masa yang menentukan masa depanku, tahun depan aku sudah akan kelas 12 dan akhirnya akan lulus SMA, yang hanyaku lakukan fokus ke belajar tidak terlalu memikirkan hal lain yang tidak bersangkutan dengan pelajaran, mungkin kuterlalu memaksakan keinginanku tuk mendapatkan nilai-nilai yang memuaskan tak heran jika terdakang ku mimisan karena kurang tidur. Sebab orang tuaku menekanku tuk menjadi yang terbaik, tak seperti orang tua kebanyakan yang tidak terlalu memikirkan nilai pelajaran anaknya tapi orang tuaku sangat begitu sensitiv dengan angka.
 “walaupun selisih 0,1 akan tetap kalah jadi jangan remehkan walaupun itu hanya sebesar biji sawi” begitu yang selalu di ucapkan oleh orang tuaku, papahku tentunya.
Mulai duduk dikelas 11 ini aku tidak terlalu banyak bermain seperti waktu kelas 10 kemarin. Iqbal, Ferry, atau Alex sesekali menelfonku tuk mengajak keluar tuk mencari udara segar tapi sering aku menjawab tidak bisa ikut dengan mereka karena harus belajar.
“Membuatku setres jika berterus-terusan seperti ini “ gumanku dalam hati.
“Apakah aku harus meluangkan waktu tuk bermain seperti dulu? Mungkinkah itu ?” lanjudku
Beberapa hari kemudian aku mencoba tuk merubah sikapku yang terlalu memikirkan pelajaran, sebenarnya aku tak tau kenapa aku harus belajar terlalu keras? Apakah harus dengan nilai bagus ? tidak juga tentunya karena banyak orang diluar sana yang tidak begitu pintar tapi pada sukses. Sore ini aku mengajak Daniel  tuk mampir kerumah jika dia sedang tidak sibuk dan ternyata dia menyetujuinya tuk mampir kerumah
“siap nanti sore aku kerumahmu Savy jangan lupa makanannya yah hahaha” canda Daniel dengan memegang pundakku
“apa aku bisa ikut gabung?” sahut Andy yang sedang memasukkan buku ke dalam lacinya sambil menoleh kearahku dan Daniel.
“ohh tentuuu kamu gabung aja malah senang aku kalau kalian kerumah” jawabku dengan tersenyum.
Ternyata Andy sedang sendirian dirumah, karena orang tuanya lagi ada tugas diluar kota dan kakaknya sedang kuliah diluar negeri jadi dia dirumah sendiri. Andy ikut bergabung berbincang-bincang dengan aku dan daniel. “rasanya ga enak dirumah besar sendirian takut gatakut harus dirumah huh” keluh  andy saat mengabil duduk didepan ku. Dia menceritakan kesehariannya kepada kami dan aku merasa memiliki kehidupan yang sama dengan dia, karena dirumah Andy sedang tidak ada siapapun akhirnya kita memutuskan untuk kerumah Andy
Sore harinya setelah pulang sekolah kami pergi kerumah Andy, ini pertama kalinya aku kerumahnya, ku kirim pesan ke orang tuaku bahwa aku sedang berada dirumah temanku dan akhirnya diizinin dengan syarat jangan buat hal yang memalukan.dan jangan pulang sampai malam.kami makan makan bersama dan setelah




0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Walgreens Printable Coupons