Pencapai mimpi
Savy, itulah yang mereka sebut
jika bertemu denganku.Aku adalah salah satu murid di salah satu sekolah di jawa
timur. Saat ini aku sudah kelas 9 yang sebentar lagi akan menghadapi UN.
“savy, kamu nanti sore ada waktu
gak? Jalan yuk? “ ajak Ferry
“hmm gimana yah? Sore ini aku
gabisa pergi deh bentar lagi UN pasti gadibolehin keluar.” Jawabku.
“oh iya juga ya, yaudah hehehe
semangat belajarnya” Ferry berkata sambil menepuk kepalaku.
Aku pun tersenyum manis begitupun
ferry, kami pun bercakap cakap sambil berjalan menuju kelas.
Oiya Ferry itu salah satu temanku
dikelas, dia setahun lebih tua daripadaku. Hobinya jalan-jalan, karena dari
keluarga yang kaya dia bisa pergi kemana aja tanpa khawatir akan kehabisan
uang, mungkin orang tuanya paling kaya dikelas, tapi dia baik dan ramah
walaupun terkadang menyebalkan, huh!
“buka buku Betty kalian dan buka
halaman 153, hari ini kita akan mempelajari bab gerund” titah mom atun.
Semua murid pun bergegas membuka
halaman tersebut.
Ngomong-ngomong mom Atun itu
adalah salah satu guru disekolahku yang cukup populer disekolahanku, karena
beliau sangat tegas dan juga terlalu kasar berbicara, tapi terkadang asyik juga
hehehe.
Ditengah tenagah pelajaran
berlangsung iqbal teman sebangku denganku mendapat sms dan lupa mematikan nada
pada ponselnya, alhasil
“ting tung ting tung new messege new messege
you get new messege” henfon iqbal berdering.
Saat itu juga iqbal terkejut dan
berkeringat dingin karena takut di omelin dan benar tiba tiba mom atun diam
sejenak dan bertanya “ siapa yang salah satu dari kalian tidak mengumpulkan
henfon? Ya karena aku masih SMP jadi hp
harus dikumpulkan saat pelajaran. Semua
terdiam tak ada yg bersuara satu katapun. Karena tidak ada yang menjawab mom
atun pun berkata.“huh yasudah, kita lanjudkan pelajaran!”
“astaga kenapa aku lupa mematikan
nadanya” iqbal berkata dengan lirihnya padaku.
“jangan ceroboh lagi !” jawabku
dengan muka datar.
Iqbal itu salah satu teman
dekatku yang sering menjadi pelupa, tapi dia pintar dalam bidang menghitung
tapi sulit dalam bidang menghafal hehehehe.
“tuuttt.. tuuuttt....
tuuuuuuttt.” Bel istirahat berbunyi.
“sekian untuk pelajaran hari ini,
jangan lupa kerjakan halaman 160 dikumpulkan besok ke meja saya waktu jam ke 5, bagi siapa yang
telat 30 menit poin -5 buat kalian, mengerti! “ mom atun berkata dan langsung
bergegas meninggalkan kelas.
Aku memasukkan buku ku kedalam
laci dan pergi ke kantin sekolah untuk mendapatkan brunch.
“nanti kamu ada les jam berapa ?”
tanya Iqbal.
“ah aku ada les jam 4 sih”
jawabku
“savy sibuk mulu ih” keluh iqbal
“ hahahaha bukannya kamu sibuk
juga ya ? kan kamu harus prepare buat ke singaore?” tanyaku
“ udahlah jangan bahas itu gamau
sekolah disana aku hahaha” jawab iqbal dengan santainya.
“dasar !!!” geramku
Menu makan hari ini cumi-cumi
gitu, favorit aku banget, ntah itu dimasak pedas atau dimasak manis semua aku
suka. Setelah mengambil makan aku dan iqbal duduk di ujung sebelah jendela agar
terkena angin gitu.
“Lihat mereka sedang bermain
sepak bola” seru iqbal sambil melihat ke jendela.
Aku pun menoleh beberapa saat dan
kembali melihat makanan ku
“selamat makan”
Setelah selesai makan kita pergi
ke rumah kaca dibelakang sekolah untuk
melihat tanaman yang sudah kita tanam beberapa hari lalu, mereka menyiram
tanaman tersebut dan berkomentar positiv mengenai tanaman
“lihat akhirnya aku bisa menanam tanaman
dengan tanganku sendiri bukan?” guman iqbal.
“ argh menyebalkan, kenapa
punyaku mati? Apa kurang kukasih kasih sayang ? why? Why? Why? “ celoteh ku.
“sabar savy, mungkin kamu ada
yang salah” iqbal menenagkanku
“ini udah ke 3 kalinya tanaman
yang aku tanam gapernah berhasil” jawabku dengan mengeluh
“TUUTTT .... TTUUUUTTTT.......
TTTUUUUUTTTT....” bel masuk telah berbunyi.
Malam harinya seperti biasa
ku sudah duduk ditempat belajar dan
bersiap membuka buku, tak ada teman selain buku pelajaran ntah itu kejam atau
kebutuhanku pokoknya seperti itu. Terkadang aku merasa ga kuat seperti ini tapi
aku masih 15 tahun, harapanku tentunya masih banyak dan aku harus menguatkan diri
untuk melewatinya
“uftt” ku menghela nafas sebentar
Ditengah-tengah jam belajar ku
buka henfonku dan mendengarkan beberapa lagu tentunya yang dapat membuatku
tenang, ku ambil buku diaryku disela-sela tumpukan buku-buku dirak belajarku
dan kutulis perasaanku hari ini . pukul 10 malam kututup bukuku dan ku bergegas
menuju kasur karenaku lelah sekali hari ini. Aku sangat berharap dapat
memimpikan sesuatu yang indah pastinya. Sebelum ku memejamkan mataku aku
berhayal untuk beberapa waktu, ku bayangkan aku memiliki kehidupan yang
bahagia, selalu tersenyum dan tak pernah bersedih, selalu terbuka dengan
keluarga dan dapat mengekspresikan diri dimanapun dan dalam kondisi apapun.
Sebelum aku tidur terkadang aku selalu berdoa dan berharap mempunyai keluarga yang
bisa menerima perbedaan pendapat dan mau mendengarkan masalah satu sama lain
dan mau berbagi perasaan satu sama lain. Mungkin hanya ucapan yang gatau kapan
akan dikabulkan olehNya, tapi ku tetap berharap bahwa akan tercapai
Keesokan harinya setelah ku pulang
sekolah aku mampir kerumah alex. Alex salah satu temanku dikelas yang mempunyai
keluarga yang harmonis, tidak kaya dan juga tidak miskin, ayahnya bekerja
menjadi karyawan disalah satu perusahaan di surabaya. Sesekali aku melihat
keluarganya yang selalu tertawa bahagia dan sering pergi bersama.
“ Alex, kamu tau gak? Terkadang
aku iri liat kamu” ucapku sambil berjalan disebelah alex
“hah kok bisa? Hahaha adanya aku
yang iri lihat kamu. Berjalan disebelahmu aja membuatku terlihat aku seperti
pelayanmu hahaha” candanya
“ aish bukan itu, kalau aku lagi
bertemu keluarga mu rasanya pengen menjadi kamu yang bisa tertawa lepas dengan
keluarga dan dapat bicara terang-terangan ke mereka” ucapku dengan tersenyum
dan menatap dedaunan di peohonan dipinggir jalan.
Kita terdiam sejenak sambil
berjalan tentunya
“mau es krim?” tanya Alex
“ mau aja “ jawabku sambil
tersenyum dengan mata sipitku
Dia berjalan keseberang jalan dan
membeli dua buah es krim. Ku melihatnya sambil berdiri dan tersenyum dan
seketika berguman “ tuhan ketika Kau belum mengabulkanku memiliki keluarga yang
harmonis setidaknya Kau memberiku teman yang dapat mengobati kesepianku”
Sesampai dirumah Alex kamipun
mendapat sambutan hangat dari mom Sherly. Mom Sherly itu mama Alex hehehe.
“udah lama ga kesini, kemana aja?
Gimana kabarnya savy?” tanya mom Sherly dengan tersenyum hangat
“ahh heheheh ga kemana mana mah
cuman dirumah hehe persiapan ujian nih” jawabku dengan cengengesan
“mamah kan tau sendiri savy tu
super sibuk buat dapetin nilai yang memuaskan” lanjud Alex
“oh pintarnya , savy kalo ada
waktu alex ajakin belajar, anak itu males kalo disuruh belajar ujung-ujungnya
cuman maen henfon aja” ucap mom sherly sambil berjalan menuju kulkas dan
mengambilkan jus mangga, mom sherly sudah tau betul kalau aku suka jus mangga
hehehe
“ ihh mah apa-apaan sih jangan
buat aku malu ih” alex berkata dengan muka cemberut
“loh mamah benerkan sayang, kamu
emang malas gitu kalo suruh belajar” jawab mom Sherly sambil menuangkan jus
kedalam gelas.
Ditengah-tengah bercanda ria aku
dengan mereka mom sherly menanyakan keadaan keluargaku.
“oya gimanah kabar keluargamu ?
sehat kan? Tanya mom sherly
“ syukurlah mah sehat semua
hehehe,” jawabku dengan tersenyum tentunya
“oyah udah jam 4 waktunya pulang
hehehe” ucapku sambil melihat jam tanganku.
“ oh iya, uft kok cepet banget ya
padahal baru sebentar, sering sering main kesini yah savy, pintu rumah tante
terus kebuka kok buat teman-teman alex
“siap mah kalau ada waktu
senggang ntar main kesini lagi kok hehehe” jawabku dan akhirnya berpamitan. Ku
meninggalkan rumah mereka dengan perasaan masih senang berkat dihibur mereka
tadi. Setelah sampai rumah ku langsung ke kamar untuk istirahat.
“jangan lupa mandi terus makan,
mamah masak kesukaan kamu hari ini ” nasehat mamah saat melihatku akan memasuki
kamarku
“iyah mah siap “ jawabku sambil
menoleh kearah mamah dan akhirnya masuk kamar.
Ku letakkan tasku di meja belajar
dan kurobohkan badanku di kasur.
Dan lagi-lagi aku berhayal akan
sesuatu, kali ini aku membayangkan masa depanku sambil memejamkan mata, dan
akhirnya akupun tertidur dalam keadaan belum mengganti seragamku hehehe,
setelah ku terbangun aku langung pergi ke kamar mandi dan akhirnya makan
bersama dengan keluarga, suasananya sedikit sunyi karena pada fokus pada makanannya
masing-masing dan akhirnya papah bertanya kepadaku.
“ ujiannya minggu depan kan? Udah
dipersiapkan materinya? Tanya papah sambil memotong daging dipiringnya
“iya minggu depan, materi sudah
siap 90 persen” jawabku sambil meminum susu di gelas
“abang udah berapa persen
skripsinya akan selesai ? tanya papahku
“ ohh sebentar lagi akan selesai,
sekitar bulan september ini akan sidang” jawab kakaku
“ perisapkan dengan matang dan
kalau bisa mendapat hasil yang terbaik”
Setelah makan malam aku kembali
ke kamarku dan berbaring dikasur sambil mendengarkan lagu dan membuka whatsapp.
Ku memulai membuat percakapan di grup kelas “ kalian akhir pekan ini ada
kegiatan kemana aja?”
Banyak dari mereka yang menjawab
pertanyaanku itu
“ aku dirumah aja uft”
“aku join cfd dong”
“aku mau kerumah nenek ku”
“aku mau renang”
Itu beberapa jawaban dari jawaban
mereka tadi, ku membaca chat mereka sambil tersenyum, dan tiba-tiba ada video
call masuk ternyata dari Iqbal
“haaallloooooo hhaallloooo
hhaalllooo“ ucapan khas Iqbal jika bertemu denganku
“haaaiiii, apa kabar? Aku kangen
huhuhu” tanyaku sambil tersenyum
“wkwkwkwk belajar belajar, savy
sedang sibuukkk” ucapnya dengan tertawa
“ hahahahah enggak ih lagi males
belajar gitu, cuman baring aja ini hahaha” jawabku dengan tertawa
Akhirnya aku bisa tertawa
dirumah, jika mereka menelfonku selalu membuatku lupa akan penatnya hidupku
“sampai ketemu besok yah, bye
bye” ku ucapkan kata kata terakhir di telfon sebelum akhirnya aku putuskan
telfonnya
“bye juga jangan lupa tidur
hahahaha” canda iqbal
Seminggu kemudian, setelah
selesai ujian aku rasa bebanku berkurang banyak dari sebelumnya hahaha, rasanya seperti
ringan banget dikepala.
“hari ini kita kemana nih guys?’ tanyaku kepada
teman-teman sekelasku
“party ayok party” jawab mereka dengan
semangattt
“giaman kalau kita makan malem
bareng ? aku pesanin tempat di steak favoritku” ucap ferry dengan semangat
“hmmm gimanah? Yang lain setuju
ga nih? Aku setuju aja “ jawabku “karena aku gabisa milih tempat jadi aku lebih
baik ngikut hahaha generasi terserah” lanjudku dengan tertawa
“call? Call? Call?”
Akhirnya kita memutuskan untuk
menyetujuin usul dari Ferry, kita makan bersama dan bercanda bersama dan
akhirnya foto bersama. Mungkin ini akan menjadi pertemuan kelasku yang terakhir
karena pastinya kita akan berpisah saat masuk di SMA kan? Jadi kita ga akan menyia-nyiakan
moment-moment seperti ini hehehe.
Setelah ku lewati masa-masa SMP
ku, sudah saatnya aku mempersiapkan diri tuk melajudkan hidup tuk belajar di
SMA,
Hari ini aku sudah resmi menjadi
murid disalah satu sekolah internasional di Surabaya, ada beberapa murid SMP ku
yang melajudkan study di sekolah yang sama denganku. Tetapi aku tidak terlalu
dekat dengan mereka so aku cuman diem aja hehehe.
“saya savy saya salah satu
lulusan terbaik di smp HMDC mohon kerja samanya teman-teman” ucapku dengan
tersenyum di saat perkenalan di depan kelas.
Mereka bertepuk tangan setelah
aku berkenalan dan aku mengabil duduk disebelah laki-laki yang tidak aku kenal.
“salam kenal savy, kenalin aku
daniel lulusan dari smp citra kasih, mohon kerja samanya “ ucap daniel dengan
tersenyum dan menjabat tanganku
“hehe salam kenal Daniel” jawabku
Hari-hari di SMA ga seperti yang
ku bayangkan sebelumnya, ntah itu dari segi pelajarannya maupun lingkungannya,
benar karena aku rada susah bergaul ya hahaha tapi yang aku tahu semuanya baik
dan juga pintar ada yang dari sabang sampai ada yang dari merauke, jadi kita
harus menyesuaikan linkungan baru gitu, Iqbal, Ferry, dan Alex semua beda kelas
huft.
Sebulan telah berlalu selama aku
menjadi murid SMA, ku sudah bisa bergaul dengan mereka mulai dari bermain
bersama hingga belajar bersama, sering ku berkumpul dengan teman sekelas ku,
udah hampir semua anak kelasku sudah kukenal. Saat ku berjalan ke lorong menuju
kekantin aku bertemu dengan Iqbal.
“halloo,,, haallloo,,, lama
gaketemu” iqbal menyapaku dengan penuh kegembiraaan.
“arghh,,, udah lamaaa banget kita
gabertemu, apa kabar? Seru gak teman baru mu?” jawabku dengan penuh kegembiraan
tentunya.
Kubercakap-cakap dengan nya
sambil berjalan ke kantin bersama-sama, sesampai di kantin kita bertemu dengan
ferry dan alex dan akhirnya kita makan bersama di meja yang sama. Kita membahas
tentang teman baru kita masing-masing dan sesekali kita membahas masalah
pelajara. Kita berempat belajar dikelas yang berbeda membuat kita jarang
bertemu dan saat bertemu tidak heran jika akan menjadi hebih sendiri. Bercanda
tawa seperti waktu masih di SMP.
Satu tahun telah berlalu, sekarang aku berada
dikelas 11 dan aku akan memasuki masa-masa yang menentukan masa depanku, tahun
depan aku sudah akan kelas 12 dan akhirnya akan lulus SMA, yang hanyaku lakukan
fokus ke belajar tidak terlalu memikirkan hal lain yang tidak bersangkutan
dengan pelajaran, mungkin kuterlalu memaksakan keinginanku tuk mendapatkan
nilai-nilai yang memuaskan tak heran jika terdakang ku mimisan karena kurang
tidur. Sebab orang tuaku menekanku tuk menjadi yang terbaik, tak seperti orang
tua kebanyakan yang tidak terlalu memikirkan nilai pelajaran anaknya tapi orang
tuaku sangat begitu sensitiv dengan angka.
“walaupun selisih 0,1 akan tetap kalah jadi
jangan remehkan walaupun itu hanya sebesar biji sawi” begitu yang selalu di
ucapkan oleh orang tuaku, papahku tentunya.
Mulai duduk dikelas 11 ini aku tidak
terlalu banyak bermain seperti waktu kelas 10 kemarin. Iqbal, Ferry, atau Alex
sesekali menelfonku tuk mengajak keluar tuk mencari udara segar tapi sering aku
menjawab tidak bisa ikut dengan mereka karena harus belajar.
“Membuatku setres jika berterus-terusan
seperti ini “ gumanku dalam hati.
“Apakah aku harus meluangkan
waktu tuk bermain seperti dulu? Mungkinkah itu ?” lanjudku
Beberapa hari kemudian aku
mencoba tuk merubah sikapku yang terlalu memikirkan pelajaran, sebenarnya aku
tak tau kenapa aku harus belajar terlalu keras? Apakah harus dengan nilai bagus
? tidak juga tentunya karena banyak orang diluar sana yang tidak begitu pintar
tapi pada sukses. Sore ini aku mengajak Daniel tuk mampir kerumah jika dia sedang tidak sibuk
dan ternyata dia menyetujuinya tuk mampir kerumah
“siap nanti sore aku kerumahmu
Savy jangan lupa makanannya yah hahaha” canda Daniel dengan memegang pundakku
“apa aku bisa ikut gabung?” sahut
Andy yang sedang memasukkan buku ke dalam lacinya sambil menoleh kearahku dan
Daniel.
“ohh tentuuu kamu gabung aja
malah senang aku kalau kalian kerumah” jawabku dengan tersenyum.
Ternyata Andy sedang sendirian
dirumah, karena orang tuanya lagi ada tugas diluar kota dan kakaknya sedang
kuliah diluar negeri jadi dia dirumah sendiri. Andy ikut bergabung
berbincang-bincang dengan aku dan daniel. “rasanya ga enak dirumah besar
sendirian takut gatakut harus dirumah huh” keluh andy saat mengabil duduk didepan ku. Dia
menceritakan kesehariannya kepada kami dan aku merasa memiliki kehidupan yang
sama dengan dia, karena dirumah Andy sedang tidak ada siapapun akhirnya kita
memutuskan untuk kerumah Andy
Sore harinya setelah pulang
sekolah kami pergi kerumah Andy, ini pertama kalinya aku kerumahnya, ku kirim
pesan ke orang tuaku bahwa aku sedang berada dirumah temanku dan akhirnya
diizinin dengan syarat jangan buat hal yang memalukan.dan jangan pulang sampai
malam.kami makan makan bersama dan setelah


05.10
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar